Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Februari 2014

Rokok adalah silinder yang terbuat dari kertas berukuran panjang sekitar 70 hingga 120 mm dengan berdiameter sekitar 10 mm dan berisi daun tembakau yang telah dicacah.  Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung.Walaupun sesungguh penyebab penyakit tersebut tidak selalu karena rokok.(Baca : 65 Persen Kematian di Asia Disebabkan Polusi Udara dan juga WHO Tegaskan Polusi Udara Penyebab Kanker Paru)

Rokok dalam satu dekade terakhir semakin dipersempit pergerakannya. Padahal, industri rokok adalah salah satu industri yang tahan terhadap guncangan "krisis 98". Industri rokok adalah salah satu industri yang kokoh saat terjadi krisis 98, karena sebagian besar bahan baku yang digunakan dalam produksi berasal dari dalam negeri, sehingga menjadikan industri ini tidak seberapa terpengaruh atas terjadinya depresiasi rupiah pada saat itu.

Benar atau salah, kenaikan cukai yang hampir setiap tahun menjadi penghambat industri rokok di tanah air. Banyak industri rokok golongan kecil yang gulung tikar karena tak mampu membayar pita cukai. Banyak pihak yang setuju, dan ada pula yang menjerit tak setuju dengan keputusan pemerintah tersebut. Sebagian besar pihak yang setuju, beranggapan bahwa dengan kenaikan cukai akan membuat harga rokok menjadi mahal sehingga para perokok akan berpikir dua kali untuk merokok. Namun, dari beberapa penelitian yang ditemui dalam jurnal internasional yang membahas mengenai dampak cukai, ternyata tingginya cukai rokok di negara berkembang akan menyebabkan maraknya rokok ilegal yang justru akan merugikan negara karena banyaknya produk rokok yang tidak terkena cukai, dimana seharusnya menjadi penambah pundi-pundi APBN Indonesia.

Pada artikel ini, opini tidak merujuk pada sisi kesehatan, namun seberapa besar kontribusi perokok pada negara dalam setahun.
13854067891559495862
Gambar 1
Pada Gambar 1, bisa dibayangkan bagaimana seorang perokok dengan rokok jenis Mild menghabiskan Rp.4.380.000 dalam setahun. Pasti para kaum anti-rokok menyebut hal ini pemborosan terhadap keuangan pribadi ataupun rumah tangga. Apalagi seorang perokok dengan jenis rokok putih tentunya akan  menjadi orang paling boros dengan pengeluaran untuk rokok sebesar Rp.5.475.000 per tahun. Beberapa orang anti-rokok pasti berpikir, dari pada 1 tahun buat beli rokok yang tidak ada manfaatnya kan lebih baik diberikan kepada anak panti asuhan atau kotak amal masjid. Nah, apabila anda dalam 1 tahun dengan asumsi memasukkan uang ke dalam kotak amal masjid dengan nominal Rp.10.000 tiap kali setelah sholat jumat, dimana jumlah hari jumat dalam satu tahun diasumsikan sebanyak 52, maka sumbangan atau amal anda pada masjid sebanyak Rp.520.000.-

Mari bandingkan dengan gambar berikut :
13854074281797644217
Gambar 2
Dari Gambar 2 dapat dilihat bahwa sumbangan perokok dalam satu tahun terhadap negara yang bisa jadi cukup besar nilainya jika dibandingkan dengan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) yang dibayar si Perokok.
1385407714633689719 
Dari gambar diatas, bisa dilihat seberapa besar kontribusi perokok dengan jenis rokok putih, dimana 51% pengeluarannya untuk konsumsi rokok sebenarnya adalah sumbangan bagi pundi-pundi APBN negara.

Sejak 2007, Pemerintah menetapkan peraturan mengenai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT). Dimana aturan itu menetapkan dana bagi hasil cukai akan digunakan untuk meningkatkan kualitas daerah penghasil tembakau, cengkih dan rokok. Dana ini antara lain digunakan untuk mendanai pembinaan lingkungan dan sosial kemasyarakatan, pembangunan fasilitas umum, serta mendorong sistem pendanaan pelatihan berbasis masyarakat serta untuk meningkatkan kesejahteraan petani cengkih dan tembakau agar mampu meningkatkan kualitas bahan baku rokok. (lebih lengkap baca : PMK-44.PMK07.2013)
Berikut penggalan pasal PMK :
13854081831215564495
PMK-44.PMK07.2013
Bagaimana?? Apakah Anda Masih Berpikir Merokok itu Merugikan?? Pikir Kembali Efek Besarnya.
Salam Kretek
(djb)

Selasa, 04 Februari 2014

Karikatur SARA
(Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan) di Indonesia
Anak-anak kecilpun sering mendiskrimanasi teman-teman mereka yang berbeda. Diskriminasipun dimulai sejak dini. Mulai dari yang paling hakikipun masih saja ada diskriminasi. Entah sejak kapan diskriminasi tentang agama mulai dan sampai saat ini belum berakhir.

Sering tersiar berita konflik antar agama yang hampir tak pernah berhenti beritanya. Periode 1095 – 1291 adalah konflik antar agama paling lama. Hampir 200 tahun konflik antara umat Nasrani dan Islam terjadi. Sampai saat ini pun rasanya masih ada saja perseteruan diantara keduanya. Apa perang selama hampir 200 tahun tersebut belum memuaskan nafsu saling membunuh diantara mereka? Atau saling mengklaim kebenaran agama yang membuat mereka berkonflik hingga saat ini?

Di sini agama bukan lagi merupakan rahmat sebagaimana diklaim oleh semua agama, melainkan telah menjadi bencana, seperti kata Kimley. Sumber pokoknya adalah klaim eksklusif kebenaran iman. Misalnya, Islam menyebut umat yang bukan Islam sebagai kafir dan begitu juga dengan Nasrani yang mendoktrin neraka adalah imbalan bagi mereka yang meninggalkan agama Nasrani. Memang, berbagai kasus konflik dan peperangan dilatarbelakangi kepentingan ekonomi dan politik, misalnya di Indonesia, kasus konflik Ambon dan Maluku. Dalam kasus itu, agama hanyalah sumber legitimasi yang dimanfaatkan demi kepentingan politik ataupun ekonomi. Sedangkan di lingkup internasional ada konflik antara Israel dan Palestina yang juga memiliki latar belakang serupa.

Tapi mengapa agama begitu mudah dimanfaatkan? Sebab, agama itu mengandung fanatisme dan masing-masing merasa benar serta dibantu Tuhan masing-masing. Fanatisme yang meledak-ledak ini sunggah tidak baik jika ada dalam negara dengan pluralitas tinggi seperti Indonesia ini. Indonesia sebenarnya harus bisa mengubah fanatisme yang ekstrim itu menjadi nasionalisme tingkat tinggi yang membawa kearah perdamaian dan persatuan. Tapi tidak begitu dengan kenyataan yang ada saat ini. Seakan semuanya terbalik dari apa yang ada dalam pernyataan ini.

Konlfik yang dilatarbelakangi oleh agama adalah konflik yang paling eksplosif. Konflik kepentingan ekonomi dan politik tersebut selalu dibarengi dengan konflik antarpemeluk agama. Konflik Irlandia Utara disertai dengan konflik antara penganut Katolik dan Kristen, konflik Kashmir juga merupakan konflik Islam-Hindu. Masalah separatisme Thailand Selatan juga dilatarbelakangi perbedaan agama Buddha dan Islam serta masalah yang sama di Filipina telah membawa konflik Islam-Katolik. Di lain pihak, persamaan agama bisa tidak menyelesaikan masalah, misalnya dalam kasus separatisme Kurdi, padahal suku Kurdi ataupun bangsa Turki dan Irak sama-sama muslim. Dalam kasus ini, timbul pertanyaan, lalu apa manfaat persaudaraan karena persamaan agama? Lalu apa yang mereka dapat dari beragama? Apakah ajaran agama mereka menganjurkan berperang?

Agama secara potensial merupakan sumber konflik dan bencana sepanjang waktu dan di mana saja? Pertama, karena agama menekankan iman yang tidak bisa dikompromikan dan tidak bisa didialogkan. Selanjutnya, kedua iman itu selalu mengklaim kebenaran absolut yang eksklusif. Ketiga, agama terbesar di dunia, Kristen dan Islam, adalah agama dakwah atau evangelis, yang bertujuan memperoleh pengikut yang sebanyak-banyaknya. Keempat, dua agama itu cenderung berprinsip “tujuan menghalalkan cara” (the end justify the means). Kelima, dalam mencapai tujuan atau mempertahankan diri, agama pada umumnya meminta bantuan kekuasaan dan negara, seperti UU Anti Penodaan Agama. Sehingga politikpun mulai ditunggangi oleh kepentingan golongan (agama) dan bukan lagi kebijakan politik yang berpihak pada rakyat secara keseluruhan.

Tidak lain yang juga membuat perseteruan agama abadi hingga saat ini ialah cara pandang dari masing-masing pemeluk agama. Menurut Nurcholish sikap inklusif memandang agama-agama lain sebagai bentuk implist dari agamanya sedangkan sikap eksklusif memandang agama-agama lain sebagai jalan yg salah yg menyesatkan bagi pengikutnya. Ternyata sikap toleransi yang telah diajarkan guru PPKn [Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan] sejak kita SD sampai SMA dan bahkan dibangku kuliahpun masih diberikan tak bisa menghentikan sejarah abadi konflik ini. Para pemeluk agama ternyata tidak bisa memahami hakikat UUD ‘45 pasal 28E yang menyatakan dengan gamblang bahwa setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya.

Sempat terlintas dipikiran memprotes kepada MPR untuk mengamandemen pasal tersebut dan bila perlu dihapuskan. Pasal tersebut hanyalah pasal kosmetik yang sekedar mempercantik citra Indonesia sebagai salah satu negara yang menghargai HAM. Indonesia masih sarat dengan pemaksaan, diskriminasi dan kekerasan. Tidak perlu lagi saling klaim mana yang benar ataupun salah. Pada dasarnya agama dapat dianalogikan sebagai roda, dimana pusat roda adalah Tuhan dan jari-jari itu adalah jalan-jalan atau agama-agama, menurut Nurcholish Madjid.

Kata pepatah, banyak jalan menuju Roma, begitulah sebenarnya bagaimana kita memandang perbedaan antar agama. Biarlah masing-masing individu menentukan keyakinan mereka, karena itu adalah hak asasi yang pailing hakiki yang mereka miliki sejak lahir. Memeluk agamapun juga hal pribadi yang sebenarnya orang lain tak patut untuk mengusiknya. Beragama adalah hubungan spiritual individu dengan Tuhan, dan tidak pernah dibenarkan ada “mak comblang” yang memprovokasi si X untuk memilih ajaran Tuhan si A lebih benar dari Tuhan si B.

Masihkah perlukah konfilk? Jika jawaban para pemeluk agama “ya”, lebih baik tidak beragama tapi bermoral dari pada terlibat konflik agama tiada akhir yang sama halnya seperti manusia tanpa moral.

Minggu, 02 Februari 2014

If you wanna change the world...
Change the world today...
No more sorrow no more tears...
Let's do... something now...!!! (UTW-SID)

Sepenggal kata yang diungkapkan oleh sebuah band beraliran punk dan mampu membakar semangat kita agar terus berjuang memperbaiki hidup bangsa ini.  Sekilas, alunan musik keras diiringi distorsi gitar dengan tempo tinggi membuat orang awam tak mampu menerima musik yang seperti ini. Namun inilah musik punk, musik yang dianggap sebagai musik pemberontak, dan orang awam tentunya akan mengidentikan musik ini sebagai musik anarki.

Memang musik ini identik dengan anarki, dan itu memang tak teringkarkan. Namun, seiring berkembangnya pemikiran - pemikiran idealis para musisi punk, ada sedikit harapan yang dapat kita ambil. Coba dengarkan dengan seksama tentang apa yang mereka sampaikan melalui alunan musik keras tersebut. Dibalik distorsi gitar dengan tempo tinggi tersebut, terdapat rangkaian-rangkaian lirik indah yang mampu membakar semangat kita dan membuat kita mencoba memaknai lebih dalam lagi tentang apa yang ingin meraka sampaikan dengan model musik yang demikian.
Personil SID
Personil SID (source: supermanisdead.net)
Sebuah band asal Bali, Superman Is Dead, salah satu band yang patut diacungi jempol. Jalan menuju sebuah kejayaan memang tak semudah membalik telapak tangan. Dicaci maki hingga difitnah oleh penggemar sendiri sudah pernah mereka rasakan. Buah manis akhirnya mereka petik dengan kerja keras dan semangat juang tinggi.

Tujuan awal dari band ini bisa dikatakan telah tercapai. Namun, tidak mau berhenti berjuang sampai disini dan menikmati kesuksesan yang ada. Mereka kini mulai mencoba merubah mind set para penggemarnya melalui lagu-lagu yang inspiratif dan membuat mata kita terbuka akan dinamika kehidupan di jalanan.

Pandangan orang jalanan adalah pandangan yang paling "lugu". Mereka meneriakan segala apa yang mereka lihat dengan lugas. Tidak pandang bulu siapa anda. Sebuah lagu Superman Is Dead(SID)  yang berjudul Jika Kami Bersama secara implisit menggambarkan bahwa para personil SID mengajak untuk melawan segala ketidakadilan.
... aku, dia dan mereka memang gila memang beda
tak perlu berpura-pura memang begini adanya.
... dan kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama
kami adalah kamu, muda, beda dan berbahaya.
... aku berteriak lantang untuk jiwa yang hilang
untuk mereka yang selalu tersingkirkan. (penggalan lirik Jika Kami Bersama - SID)
Lagu tersebut memang bersifat provokasi. Tapi coba lihat kebelakang, ketika Bung Tomo meneriakan "Merdeka atau Mati". Sebuah kalimat yang mampu membakar semangat arek-arek Surabaya untuk bersatu melawan penjajah pada saat itu. Jika boleh membandingkan, SID ibarat Bung Tomo yang mampu meneriakan kata-kata motivatif.
Mengutip sebuah naskah film "Punk in Love" dimana terdapat kata-kata yang menyatakan bahwa "Mungkin pak Karno itu anak punk, jiwa rebel (pemberontak) -nya itu lho.." Memang benar apabila Bung Karno memiliki jiwa pemberontak yang besar. Beliau tak mau terus hidup dalam penindasan penjajah hingga memutuskan untuk memberontak terhadap penjajah. Sebuah Pemberontakan yang positif, karena menjujung rasa nasionalisme. Seharusnya kita sendiri harus bisa memposisikan makna pemberontakan itu sendiri. Jangan sampai malah memberontak terhadap negara sendiri, yang perlu dilawan adalah penjajahan model baru seperti saat ini, dimana globalisasi mempersilahkan siapa saja bebas melakukan segala sesuatu.
Superman Is Dead pun juga meneriakan sebuah fenomena yang  sedang menghantui bangsa ini. Dimana saat ini sedang marak aksi para politisi saling menjatuhkan satu sama lain tanpa meningat kembali esensi dari jabatan mereka sebagai wakil rakyat. Dimana fenomena ini dituangkan dalam sebuah lagu yang berjudul Luka Indonesia.
Satu nusa.. satu bangsa,,
Satu nusa,, saling mangsa,,
Satu nusa.. satu bangsa,,
Cukup sudah,, saling mangsa,, (Luka Indonesia-SID)

Sebuah pelesetan dari lagu Satu Nusa. Sungguh miris jika melihat kondisi Indonesia yang seperti ini. Kapan para petinggi ini sadar dan mampu menghargai sebuah perjuangan keras para pemberontak kolonial di era perang dunia kedua. Kini malah seakan para petinggi negeri ini menjadi budak kolonial - kolonial baru. Sudah saatnya bangun dari mimpi dan mengejar mimpi tersebut hingga kita tahu jawaban kegelisahan ibu pertiwi. Jangan lagi buat ibu pertiwi bersusah hati. Bukan jamannya lagi anarkis menjadi solusi, namun teriakanlah buah pikiranmu secara manis dan mampu mengarahkan kita semua mencapai sebuah kemerdekaan sejati.
Penggalan lirik dari Luka Indonesia ini semoga mampu memompa nasionalisme para pembaca. Sebuah kebanggan mampu memberikan sesuatu pada bangsa ini, walau hanya melaui sebuah tulisan. Salut kepada SID yang mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa ini melalui musik punk.

Tanah ini, tangan ini..
kucengkram erat bumi pertiwi..
Raih langit terbang lepas...
Mengejar mimpi merah putihku..
Dimanapun kau berada
hatiku ku akan tetap disini..
Tiada dendam hari esok,,
Tiada luka hari ini..
Nafas ini tak pernah lepas
untuk menjaga tanah airku..Satu nusa satu bangsa
satu bangsa ‘tuk slamanya..
bertahanlah bertahan jangan pernah menyerah..
dan mimpi merah putihku
terpendam saat ku mati
bertahanlah bertahan jangan pernah menyerah..!!!
Mungkinkah..
Satu nusa dan satu s’lamanya..
Mungkinkah..
tawa luka ini milik semua..
Mungkinkah..
Satu nusa dan satu s’lamanya..
Mungkinkah..
tawa luka ini milik semuanya..
Dengarkanlah nafas merdeka untuk s’lamanya... (Luka Indonesia - SID)

Masihkah anda mau melukai ibu pertiwi?
"Kami sangat percaya, kalian adalah api-api kecil yang suatu saat akan membakar kemunduran di negeri ini. Dan selama kalian ada, api ini tidak akan pernah padam" (dikutip dari supermanisdead.net)

@danijonesbern
Gunung Semeru berada pada posisi geografis 8°06' LS dan 120°55' BT atau secara administratif berada pada kawasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Gunung Semeru meliliki puncak yang disebut Mahameru dan Jonggring Saloka sebagai kawah dari Gunung yang memiliki ketinggian 3676 mpdl ini. 

Gunung Semeru memiliki keterikatan budaya spiritual Hindu. Seperti legenda Kabupaten Lumajang yang memiliki sebuah nama kuno. "Lamajang" berasal dari kata Luma artinya rumah dan Hyang artinya Dewa. Jadi Lamajang artinya rumahnya para Dewa. Lamajang secara resmi dikenal pada tahun 1255 masehi dengan adanya Prasasti Mula Malurung dimana daerah ini menjadi daerah bawahan Kerajaan Singosari dan diperintah oleh Adipati Nararya Kirana. Mahameru sendiri menjadi sebuah benteng alam bagi Lamajang yang pada saat itu diduduki kerajaan yang merupakan basis agama Hindu. Apalagi saat keruntuhan kerajaan Majapahit dan mulai berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam. Membuat masyarakat Majapahit yang masih ingin mempertahankan Hindu lari menuju Lumajang, sebelum akhirnya menuju Bali maupun Nusa Tenggara.


Mandara Giri Semeru Agung


Mahameru Menjulang Gagah dibalik Bromo

Hubungan Mahameru dengan perkembangan Hindu saat ini dibuktikan dengan adanya Pura Mandhara Giri Semeru Agung yang terletak di lereng Gunung Semeru. Pura tersebut merupakan salah satu pura yang dianggap masyarakat Hindu Indonesia sebagai Pura yang keramat karena letaknya yang dekat dengan Gunung yang menurut legenda adalah Gunung paling tua. Tidak salah apabila sebuah sebutan MAHAMERU terucap untuk gunung berapi ini.

Pandangan Hindu Siwaistis yang berpengaruh besar di Nusantara, termasuk Bali. Mereka percaya bahwa Dewa Siwa bersemayam di gunung tertinggi. Itu berarti di puncak Gunung Mahameru (Himalaya) dalam alam India, atau pucak Gunung Semeru dalam alam Nusantara. Teks-teks Purana India yang tergolong kitab Upaweda, memang menyuratkan Tuhan Yang Mahatunggal bersemayam di puncak Mahameru dan dikenal pula dengan nama Gunung Kailasa atau Gunung Himawa, yang bersalju abadi. Di sanalah Siwa menurunkan ajaran-ajaran-Nya kepada sakti-Nya, Dewi Parwati, Sang Dewi Gunung.

Kisah pandangan Hindu Siwaistis itu tampak sesuai dengan pandangan moyang Nusantara, tak terkecuali Bali. Dimana keduannya berorientasi akan kesucian sebuah gunung. Dalam tradisi asli Nusantara, yang oleh kalangan ahli arkeologi disebutkan terpengaruh budaya Austronesia dengan pusat di Yunan Selatan itu, gunung dipandang sebagai tempat bersemayam roh suci leluhur. Pandangan ini tampak sebagai kelanjutan tradisi sebelumnya yang mengenal sistem pekuburan berundak-undak, layaknya gunung. Belakangan, karena pengaruh Hindu, gunung pun dipandang sebagai tempat bersemayamnya para dewa. 

Air Kehidupan Mahameru
Selain itu menurut seorang pemangku Pura Mandara Giri Semeru Agung, ada urutan mitologi mengenai sumber-sumber mata air yang di anggap suci di Lumajang. Di mulai dari kisah patung Arcapada, dimana patung ini adalah patung sepasang laki-laki dan perempuan. Mbah Sarjo menjelaskan bahwa Arcapada bisa diartikan sebagai adam dan hawa (dalam agama Islam maupun Kristen) dan sebagai Kamajaya dan Kamaratih (dalam kepercayaan orang Hindu). Di bawah Arcapada terdapat sumber air yang mirip dengan yang terdapat di Watu Klosot yang dinamai Sumber Mani.

Ranu Kumbolo
Bukan tanpa dasar mengapa sumber air ini dinamai Sumber Mani. Menurutnya, Adam dan Hawa atau Kamajaya dan Kamaratih memulai kehidupan dari Sumber Mani untuk melanjutkan kehidupan generasi selanjutnya. Sesuai dengan namanya, Sumber Mani. Mani adalah Sperma dimana dia lah awal mula adanya kehidupan. Oleh karena itu Sumber Mani adalah sumber air suci pertama yang letaknya paling tinggi, yang kemudian turun menjadi Ranu Kumbolo, Ranu Pani, Ranu Regulo, Watu Klosot dan terakhir di Selokambang.

Watu Klosot
Watu Klosot
Original by Dani Jones Bern @danijonesbern

Unordered List

Sample Text

Sample text

Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

About Me

Featured Posts

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget